Konstruksi Sosial Dewasa Madya Dalam Praktik Keagamaan di Musholla Baitul Muttaqin Desa Kunir
DOI:
https://doi.org/10.56404/solidarity.v1i02.436Keywords:
Konstruksi Sosial, Kesalehan Sosial, Dewasa Madya, YasinanAbstract
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konstruksi sosial kesalehan dewasa madya dibentuk dalam praktik keagamaan yasinan di Musholla Baitul Mutttaqin Desa Kunir. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian yang secara khusus membahas proses pembentukan kesalehan sosial pada kelompok dewasa madya melalui praktik keagamaan kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas 5 informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Lukcman yang meliputi proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalehan sosial dewasa madya terbentuk melalui tiga proses konstruksi sosial. Pada tahap eksternalisasi, anggota terlibat aktif dalam kegiatan yasinan yang didorong oleh motivasi religius dan sosial. Tahap objektivasi, yasinan berkembang menjadi tradisi sosial-keagamaan yang dipertahankan melalui interaksi sosial, solidaritas, serta dukungan lingkungan musholla. Tahap internalisasi, nilainilai yang berkembang dalam kelompok diserap menjadi bagian dari kesadaran individu dan diwujudkan dalam bentuk peningkatan ibadah, kepedulian sosial, sikap gotong royong, dan menjaga kerukunan antar sesama. Dengan demikian, yasinan tidak hanya berfungsi seabagai sarana ibadah, tapi juga menjadi ruang sosial yang membentuk kesalehan sosial dewasa madya di Desa Kunir.
References
Aziz, A., Muhajir, A., Darussalam, I. A. I., & Banyuwangi, B. (2021). Perspektif Sosiologi Agama ” (
Kerukunan Antar Umat Beragama Dalam Peringatan Hari Besar Keagamaan ( PHBA ). Dariscomb:
Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 01(01), 18–39.
Azzuhri, M., Maskhur, M., Malik, A. A., & Soimah, F. F. (2022). Social Construction of Islam by the Shi’a
Community in Pekalongan City, Central Java. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 30(2), 149–
https://doi.org/10.21580/ws.30.2.13278
Berger, P. L., & Lukcman, T. (1966). The Social Construction of Reality. Penguin Books.
Fahmi, M. R. (2023). Ritual Online : Praktik Keberagamaan Warga Indonesia pada Masa Pandemi Covid-
Jurnal Alwatzikhoebillah, 9(2), 494–502. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v9i2.2181
Ferdyansyah, M., & Masfufah, U. (2022). Perkembangan Dewasa Madya Sebuah Studi Kasus. Jurnal
Flourishing, 2(9), 598–604. https://doi.org/10.17977/10.17977/
Maisha, A., Arisya, C. M., & Marwan, S. (2024). Kegiatan Rutin Yasinan untuk Meningkatkan Interaksi
Sosial Masyarakat di Jorong Koto Nan Tuo , Barulak. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat,
(1), 188–195.
Noor, T. R. (2021). Religiositas Lansia Muslim di UPTD Griya Werdha Surabaya. Journal An-Nafs: Kajian
Penelitian Psikologi, 6(1), 1–22. https://doi.org/10.33367/psi.v6i1.1290
Pramono, M. S., Tampake, T., Lattu, I. Y. M., & Molewe, A. C. (2024). Peter L . Berger and Thomas
Luckmann ’ s social construction of the institutionalization of tolerance values in the Nyadran
Perdamaian tradition. Al Maarief: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 6(1), 49–61.
Romdani, L. N. (2021). Teori Konstruksi Sosial: Sebuah Teori Bagaimana Warga Negara memaknai
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Masa Pandemic. JISIP : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik,
(2), 116–123. https://doi.org/10.33366/jisip.v10i2.2265
Yuliantika, N., & Rohmanu, A. (2025). Konstruksi Sosial Pernikahan Jarak Jauh ( Long Distance Marriage
) Masyarakat Desa Jenangan. Mahakim: Journal of Islamic Family Law, 9(1), 91–103.












