TEOLOGI LINGKUNGAN DALAM PRAKTIK PERTNIAN ORGANIK DI JATAYU TULUNGAGUNG

Authors

  • kafa nia Universitas Islam Negri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.56404/solidarity.v1i02.396

Keywords:

Teologi Lingkungan, Pertanian Organik, JATAYU, Praktik Sosial

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi teologi lingkungan dalam praktik pertanian organik di JATAYU (Jamaah Tatanan Wahyu) Tulungagung. Di tengah krisis ekologis global dan dominasi pertanian konvensional berbasis bahan kimia, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap prinsip-prinsip teologi lingkungan yang menjadi landasan serta bagaimana prinsip tersebut diwujudkan dalam praktik sehari-hari jamaah. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan koordinator cabang, ranting, dan anggota JATAYU, observasi partisipatif selama kegiatan pertanian, serta analisis dokumen organisasi. Hasil penelitian menemukan empat prinsip teologi lingkungan utama yang diinternalisasi jamaah, yaitu: tanggung jawab sebagai khalifah fil ardh, keselarasan (harmoni) manusia-alam sebagai manifestasiilahi, pandangan ekosentris terhadap seluruh makhluk hidup, serta pemaknaan pertanian organik sebagai bentuk ibadah dan amanah ilahi.

Prinsip-prinsip ini diwujudkan dalam praktik kolektif berupa pengelolaan lahan bersama, sistem pertanian sirkular (pemanfaatan limbah ternak dan air kolam lele), kegiatan “Minggu Bumi” sebagai ruang praksis spiritual-ekologis, serta pengelolaan lumpang (lumbung pangan) sebagai mekanisme ketahanan pangan komunitas. Melalui kerangka ekoteologi Seyyed Hossein Nasr dan teori praktik sosial Pierre Bourdieu, penelitian ini mengungkap bahwa habitus teologi lingkungan, modal sosial-kultural-simbolik, serta arena jamaah berhasil mereproduksi praktik pertanian organik sebagai bentuk integrasi spiritualitas dan pelestarian lingkungan di tingkat akar rumput. Penelitian ini menyimpulkan bahwa JATAYU berhasil mentransformasikan teologi lingkungan dari wacana normatif menjadi praksis sosial yang konkret, sekaligus memberikan kontribusi bagi studi sosiologi agama dan ekoteologi di Indonesia dengan menunjukkan model komunitas keagamaan sebagai agen perubahan ekologis yang efektif.

References

Azis, Nur Chotimah. 2025. Dari Tauhid Ke Ekologi : Menemukan Kembali Spiritualitas Islam Dalam Pelestarian Alam Krisis Lingkungan Hidup Yang Terjadi Secara Global Dewasa Ini Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kegagalan Teknologi Atau Kebijakan Ekonomi Semata , Melainkan Berakar Pada Pers. 1 (2): 99–114.

Budiana, Nyuwan Susila. 2022. Islamic Agriculture Pertanian Alami Dari Perspektif Islam. 65.

Dr. Agus Hermanto, M. H. I. 2021. FIQIH EKOLOGI. In CV. Literasi Nusantara Abadi, edited by M. Pd. Rohmi Yuhani’ah and Cetakan, vol. 1. no. 1. Kota Malang.

Farihah, Irzum. 2014. “Agama Menurut Ibn Khaldun.” Fikrah 2 (1): 187–205.

Hadi, Mohammad and Admia. 2012. “Keragaman Serangga Dan Perannya Di Ekosistem Sawah.” Jurnal Sains dan Matematika.

Maftukhin. 2016. “Teologi Lingkungan Perspektif Seyyed Hossein Nasr.” Dinamika Penelitian Vol. 16, N.

Maggio, Rodolfo. n.d. Pierre Bourdieu’s Outline of a Theory of Practice.

Mahendra, M. Syukron. 2025. “Akibat Dekadensi Moral Terhadap Degradasi Lingkungan Menurut Wahbah Zuhaili Dalam Tafsir Al-Munir, Q.S Ar-Rum: 41.” JUTEQ: Jurnal Teologi & Tafsir 2 (6): 1251–62.

Mangihut, S. 2016. “Teori ‘Gado-Gado’ Pierre-Felix.” Jurnal Studi Kultural I (2): 79–82.

MOHAJAN, Haradhan Kumar. 2018. “Qualitative Research Methodology in Social Sciences and Related Subjects.” Journal of Economic Development, Environment and People 7 (1): 23. https://doi.org/10.26458/jedep.v7i1.571.

Mubarok, Andika. 2022. “Kelestarian Lingkungan Dalam Al-Qur’an: Analisis Pemikiran M. Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Misbah.” Hikmah 19 (2): 227–37. https://doi.org/10.53802/hikmah.v19i2.174.

Murdiyanto, Dr Eko. n.d. METODE PENELITIAN KUALITATIF.

Mustikasari, Mega, Arlin Arlin, and Syamsu A. Kamaruddin. 2023. “Pemikiran Pierre Bourdieu Dalam Memahami Realitas Sosial.” Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora 6 (1): 9–14. https://doi.org/10.31539/kaganga.v6i1.5089.

Nasr, Seyyed Hossein. 1996a. RELIGION & THE ORDER OF NATURE. In Oxford University Press, vol. 1. New York.

Nasr, Seyyed Hossein. 1996b. RELIGION & THE ORDER OF NATURE. In Oxford University Press, vol. 1. no. 1. New York.

Nurnazmi & Kholifah S. 2023. “Anatomi Teori Pierre BourdieuPada SosiologiPosmodern.” Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol.06 NO. (1989): 1308–19.

Nurnazmi, and Siti Kholifa. 2021. Pemikiran Pierre Bourdieu Dalam Memahami Realitas Sosial. 6: 167–86.

Risdianto, D. 2015. “Tinjauan Pertanian Organik Dan Pertanian Berkelanjutan Dalam Upaya Mewujudkan Kembali Swasembada Pangan Nasional.” Jurnal Kajian Lemhannas RI, 31–41.

Seci Vella, Nurul Khoirona, and Derry Ahmad Rizal. 2024a. “Ekoteologi Dalam Pemikiran Seyyed Hossein Nasr.” Al’Itimad 2 (2): 155–70.

Seci Vella, Nurul Khoirona, and Derry Ahmad Rizal. 2024b. “Ekoteologi Dalam Pemikiran Seyyed Hossein Nasr.” Al’Itimad 2 (2): 155–70.

Soehadha, Moh. 2017. “Ekoteologitani Untuk Kedaulatan Pangan: Etos Islam Dan Spirit Bertani Pada Masyarakat Desa.” Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat 1 (2): 315–36.

Somantri, Gumilar Rusliwa. 2005. “Memahami Metode Kualitatif.” Makara Human Behavior Studies in Asia 9 (2): 57. https://doi.org/10.7454/mssh.v9i2.122.

Tenri, Andri, and Muh Yunus. 2021. Sosiologi Lingkungan. Tahta Media Group.

Downloads

Published

2026-10-13

How to Cite

nia, kafa. (2026). TEOLOGI LINGKUNGAN DALAM PRAKTIK PERTNIAN ORGANIK DI JATAYU TULUNGAGUNG. Solidarity : Journal of Social, Humanitarian, and Interfaith Research, 1(02), 85–102. https://doi.org/10.56404/solidarity.v1i02.396

Issue

Section

Articles