MODERNITAS DI PESANTREN SALAF: STUDI KASUS PONDOK PESANTREN LIRBOYO CABANG SANTREN, KOTA BLITAR
DOI:
https://doi.org/10.56404/solidarity.v1i02.364Keywords:
Pondok Pesantren, Salaf, ModernitasAbstract
Seiring dengan perkembangan zaman, lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren salaf dihadapkan pada tantangan modernitas. Gelombang modernisasi yang membawa disrupsi teknologi, integrasi kurikulum umum, dan perubahan orientasi pasar seringkali membuat pesantren salaf terpinggirkan karena dicap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Ditambah tekanan struktural dan desakan regulasi pemerintah untuk melakukan standarisasi menjadi modern, pesantren salaf dituntut untuk merefleksikan posisinya supaya tidak tergerus oleh arus modernitas. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Lirboyo Cabang Santren merespons modernitas melalui tiga mekansime yang saling terhubung sebagaimana dalam teori Giddens. Pertama, pemisahan ruang dan waktu (time-space separation) dimanfaatkan secara terbatas melalui live streaming Youtube dan TikTok untuk keperluan dakwah, sementara proses pembelajaran inti tetap mensyaratkan kehadiran fisik. Kedua, disembedding terjadi secara terkendali melalui penggunaan sistem pakar oleh pengurus untuk administrasi dan dakwah, sedangkan santri tetap dibatasi dari akses teknologi demi menjaga orientasi belajar yang personal. Ketiga, refleksivitas institusional menjadi mekanisme utama penyaringan: tekanan dari modernitas ditanggapi melalui pertimbangan rasional berdasarkan “mempertahankan hal-hal lama yang masih baik dan mengambil hal-hal baru yang memang dibutuhkan.” Melalui kapasitas pengawasan yang terpusat pada Kyai dan pengurus, pesantren mempertahankan pola nilai serta memberikan keamanan ontologis bagi santri. Hasilnya, Pondok Pesantren Lirboyo Cababng Santren bukan sekedar mempertahankan tradisi secara defensif, melainkan menunjukkan strategi adaptasi yang reflektif dan terencana dalam menghadapi arus modernitas.
References
Al Furqon, Konsep Pendidikan Islam Pondok Pesantren dan Upaya Pembenahannya (Padang: UNP Pres Padang, 2015), 12.
Ali Anwar, Pembaruan Pendidikan di Pesantren Lirboyo Kediri (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), hlm. 203.
Andry Setiawan, Ani Fatimah Zahra Saifi, Euis Komala, Erni Susilawati, and Deden Kurnia Adam. 2025. “Tipologi Dan Dinamika Pondok Pesantren”. Naafi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 1 (2):32-44. https://doi.org/10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i1.111.
Anthony Giddens, The Consequences of Modernity (Stanford: Stanford University Press, 1990), hlm. 1–2.
BPK RI, diakses pada 11 Juni 2026, https://peraturan.bpk.go.id/Details/122743/uu-no-18-tahun-2019
Diakses pada, 17 Juni 2026, https://lirboyo.net/pondok-pesantren-darussalam/
Fuad Jabali, IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia (Jakarta: Logos, 2002), hal. 97
Haidar Putra Daulay, Dinamika Pendidikan Islam di Asia Tenggara (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), 21.
Hiroko Horikoshi, Kyai dan Perubahan Sosial, terj. Umar Basalim dan Andi Muarly Sunrawa (Jakarta: P3M, 1987), hlm. 232.
Ibrahim, Rustam. (2014). Eksistensi Pesantren Salaf di Tengah Arus Pendidikan Modern. Analisa, Vol. 21 (2), hal. 254.
Karel A. Steenbrink, Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern (Jakarta: LP3ES, 1994), hlm. 16.
Lenaini, I. (2021). “Teknik Pengambilan Sampel Purposive Dan Snowball Sampling.” Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.
Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren (Jakarta: INIS, 1994), hlm. 55–56.
Nurcholish Madjid, Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramadina, 1997), hlm. 3.
Qomariyah, N., & Darwis, M. (2023). Peran Pondok Pesantren Salaf di Era Society 5.0. Risalatuna Journal of Pesantren Studies, 3(2), 220-234.
Saifuddin Zuhri, Berangkat dari Pesantren (Jakarta: Gunung Agung, 1987), hlm. 201.
Tim Penulis Pesantren Lirboyo, Profil Pondok Pesantren Lirboyo Cabang Santren (Blitar: Sekretariat Cabang Santren, 2021), hlm. 4-10.
Tim Penulis LP3ES, Pesantren Lirboyo: Sejarah, Tradisi, dan Peran Kiai dalam Masyarakat (Jakarta: LP3ES, 2000), hlm. 22–45.
Wahyuddin Halim, “Pesantren dan Modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia,” Analisis: Jurnal Studi Keislaman 14, no. 2 (2014): 381.
Wawancara dengan Ketua Umum Pengurus, Pak Amin, pada tanggal 20 Februari 2026.
Wawancara dengan Pengurus Pondok, Mas Auli, pada tanggal 18 Februari 2026.
Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai (Jakarta: LP3ES, 1982), hlm. 44-45.












