PERAN TRADISI TAHLIL AKBAR DALAM MEMPERERAT KOHESI SOSIAL DI DESA JATILENGGER
DOI:
https://doi.org/10.56404/solidarity.v1i01.227Keywords:
tahlil, kohesi, masyarakatAbstract
Tahlilan merupakan tradisi yang sangat dinamis dan menarik, baik dari sudut pandang budaya maupun keagamaan. Tradisi tahlil tak hanya menjadi perekat sosial, tapi juga untuk mempersatukan elemen masyarakat yang terpisah dalam berbagai sisi ideologi dan keyakinan. Tradisi ini adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Namun tradisi yang dimaksud dalam penelitian ini tradisi yang masih berjalan dalam 2 tahun belakangan ini. Penelitian ini menggunakan Penelitian yang diterapkan dalam studi yaitu penelitian dengan pendekatan studi kasus.Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada sebuah fenomena sosial spesifik yang terjadi di masyarakat desa, yaitu konflik sosial yang timbul dalam pelaksanaan Tradisi Tahlil Akbar di Desa Jatilengger. Konflik ini berawal dari ketimpangan dalam pola interaksi sosial antarwarga yang berbeda dalam latar belakang ekonominya, di mana warga dari kalangan ekonomi atas cenderung selektif dalam berkomunikasi dan bergaul, sementara warga dari kelompok ekonomi bawah merasa kurang percaya diri dan enggan berbaur secara setara dalam lingkungan tersebut.Penelitian ini menggunakan perspektif dari Teori Interaksionisme Simbolik yang diperkenalkan oleh George Herbert Mead, setiap tindakan sosial yang dilakukan individu dimaknai melalui simbol-simbol dan interaksi yang berkembang di lingkungan sosialnya. Dalam konteks ini, Tahlil Akbar menjadi simbol yang merepresentasikan nilai persatuan, kebersamaan, dan solidaritas di tengah kehidupan masyarakat desa Jatilengger, dan untuk mengkaji dalam mempererat ikatan sosial masyarakat menggunakan teori kohesi sosial yang dikemukakan oleh Emile Durkheim, Kohesi sosial menjadi perekat yang membuat individu dalam masyarakat tidak terpisah-pisah, melainkan terhubung secara emosional dan sosial, sehingga mereka dapat bekerjasama dan hidup berdampingan secara damai. Kohesi sosial adalah modal sosial penting untuk membangun masyarakat yang kuat dan tahan banting, karena melalui kohesi sosial, norma, nilai, dan aturan bersama dapat diikuti dan dijalankan secara konsisten oleh anggota masyarakat desa jatilengger.
References
adar BakhshBaloch, Q. (2017). KOHENSI SOSIAL KOMUNITAS WAHDAH ISLAMIYAH DI KOTA MAKASAR. 11(1), 92–105.
Aji, S., Septiyaningsih, D. N., Nurhalimah, L., & Pusparani, S. (2025). Implementasi Nilai-nilai Kearifan Lokal Desa Penglipuran dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial.
Chandra, E., Gultom, S., & Dharma, E. (2025). Penguatan Toleransi Beragama Melalui Program Harmoni Antar Agama di Tingkat Komunitas. 5(2). https://doi.org/10.59818/jpm.v5i2.1509
Dalam, Kebersamaan Budaya Kuliner. (n.d.). 1(1), 19–32.
Fadilah, G. (2021). "Implikasi Teori-Teori Konflik terhadap Realitas Sosial Masa Kini: Tinjauan Pemikiran Para Tokoh Sosiologi. Journal of Society and Development, 1(1), 11–15.
Fathoni, T. (2024). Konsep Solidaritas Sosial dalam Masyarakat Modern perspektif Émile Durkheim. 6(2), 129–147. https://doi.org/https://doi.org/10.37680/jcd.v6i2.6402
Imawati, S., Kusmawati, A., & Sholehudin. (2023). Fiqih Mendaki Gunung Berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Jurnal Kemuhammadiyahan Dan Integrasi Ilmu FIQIH, 149. Retrieved from https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKII/index
Insani, E., Barakah, L. U., & Lubis, S. R. (2025). Qurban Sebagai Sarana Penguatan Nilai Nilai Kebersamaan dalam Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Riau.
Mei, R., Mei, R., & Mei, A. (2025). optimalnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn). 8(6).
Prayogi, A. (2025). The Concept of Conflict and the Theory of Social Conflict in Karl Marx ’ s Thought Konsep Konflik dan Teori Konflik Sosial dalam Pemikiran Karl Marx. 1(1), 1–11.
Rohmani, A. F., & Hidayat, S. (2024). Pro dan Kontra Penafsiran Hukum Islam Terhadap Tradisi Peringatan Ritual Kematian Masyarakat Jawa. Indonesian Culture and Religion Issues, 1(1), 9.
Sholekah, Fitriani, F., & Muhammad, A. (n.d.). JUGI : JURNAL GURU INOVATIF HypnoTeaching Dalam Pembelajaran. 49–61.
SLEMAN YOGYAKARTA. (n.d.).
Suprihatin, N., Suhartono, & Hasan, S. (2021). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Pelaksanaan Tahlilan Pada Majlis Ta ’ lim Baitur Rohman. Al I’tibar: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 23.
Sutarti, T. (2025). MEMBANGUN BUDAYA TOLERANSI DI SEKOLAH MELALUI PENDEKATAN SOCIAL PEDAGOGY. STAHN Jawa Dwipa, 30, 9–25.












