MAKNA RELIGIUS DALAM ZIARAH MAKAM SUNAN KUNING: PENGALAMAN SPIRITUAL DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT MACANBANG

Authors

  • Irma Hadhe Firananda PROGRAM STUDI SOSIOLOGI AGAMA JURUSAN USHULUDDIN FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56404/solidarity.v1i01.220

Keywords:

ziarah, sakralitas, Sunan Kuning, Mircea Eliade, makna religius, identitas sosial

Abstract

Penelitian ini berjudul “Makna Religius dalam Ziarah Makam Sunan Kuning: Pengalaman Spiritual dan Pembentukan Identitas Sosial Masyarakat Macanbang”. Fokus utama penelitian adalah pada pengalaman spiritual peziarah serta pembentukan identitas sosial masyarakat Macanbang, Tulungagung. Ziarah makam sebagai praktik religius tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai ruang sakral yang menjadi perantara hubungan manusia dengan Yang Ilahi, sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap peziarah, dan masyarakat Desa Macanbang. Kerangka teoritis penelitian ini merujuk pada konsep sakralitas dan tempat suci Mircea Eliade. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ziarah ke makam Sunan Kuning dimaknai tidak hanya sebagai ritual keagamaan, melainkan juga sebagai pengalaman spiritual yang menghadirkan ketenangan batin, refleksi diri, serta hubungan vertikal dengan Tuhan. Motif ziarah terbagi menjadi dua, yakni motif duniawi dan motif ukhrawi. Pengalaman spiritual para peziarah merefleksikan adanya hierofani, yakni manifestasi sakral dalam ruang makam yang dipahami sebagai axis mundi. Selain itu, keberadaan makam Sunan Kuning membentuk identitas sosial masyarakat Macanbang melalui persepsi kolektif, pelestarian tradisi, simbolisme religius, serta kebanggaan lok al. Namun, identitas ini tidak homogen, melainkan bersifat dinamis karena adanya dialektika antara yang sakral dan profan. Dengan demikian identitas sosial masyarakat Macanbang masih dalam negosiasi, karena terdapat dinamika sosial yang menumbuhkan dua pendapat berbeda dalam satu masyarakat.

References

Al, A. A. A. I. (2015). Muqoddimah Ngrowo, Tutur Lisan Hingga Tutur Tulisan (1 st). Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

Assoburu, S. (2022). Praktik Ziarah Kubur Kiai Marogan Masyarakat Melayu Palembang. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 1(1), 80–93. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v1i1.169

Bautista, J. (2016). Muslim and Catholic Pilgrimage Practices: Explorations through Java. Southeast Asian Studies, 5, 356–359.

Biroli, A., Kartono, D. T., & Demartoto, A. (2018). Rasionalitas Wisatawan Wisata Pilgrim (Studi Fenomenologi terhadap Wisatawan di Kawasan Wisata Pilgrim Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang). Jurnal Analisa Sosiologi, 4, 98–114. https://doi.org/10.20961/jas.v4i2.17440

Cahyadi, I., & Saefullah, A. (2023). Pilgrimage Tradition At the Tomb of Kyai Ageng Muhammad Besari Tegalsari, Ponorogo: Religious Tourism and Strengthening National Identity. Jurnal Lektur Keagamaan, 21(1), 215–258. https://doi.org/10.31291/jlka.v21.i1.1078

Eliade, M. (1959). The Sacred and the Profane: The Nature of Religion. New York: Houghton Mifflin Harcourt.

Fahrozi, R. U. N., Ramadhanti, V., Putri, N. D., Wulandari, S., Septia, N., & Al, E. (2024). Praktik Ibadah Dalam Menghasilkan Kecerdasan Spiritual Dan Ketenangan Jiwa. Proceeding Conference on Da’wah and Communication Studies, 12–19. https://doi.org/10.61994/cdcs.v3i1.91

Geertz, C. (1976). The Religion of Java. London: University of Chicago Press.

Khoirul, A. (2015). Tredisi Ziarah: Antara Spiritualitas, Dakwah dan Pariwisata. Jurnal Bimas Islam, 8, 389–411. Retrieved from http://jurnalbimasislam.kemenag.go.id/index.php/jbi/article/view/179

Latif, M., & Usman, M. I. (2021). Fenomena Ziarah Makam Wali Dalam Masyarakat Mandar. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 19(2), 247. https://doi.org/10.18592/khazanah.v19i2.4975

Macanbang, P. D. (n.d.). Profil Desa Macanbang.

Mahzumi, M. A.-Q. A. S., & Nurhidin, Edi; Zuhdi, M. (2020). Analisis Motivasi Tradisi Ziarah Kubur di Makam Syeikh Syamsuddin Al-Wasil Kota Kediri. Spiritualita: Journal of Ethics and Spirituality, 4(2), 1–18. https://doi.org/10.30762/spr.v4i2.2691

Muliadi, M., Fasya, T. K., & Ilham, I. (2020). Wisata Ziarah Sebagai Identitas Sosial: Studi Antropologi Budaya di Makam Sultan Malikussaleh Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Aceh Anthropological Journal, 4, 58.

Qodir, Z. (2018). Sosiologi Agama: Teori dan Perspektif Keindonesiaan (1st editio; H. J., ed.). Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Zuhri, S. (2022). Wali Pitu and Muslim Pilgrimage in Bali, Indonesia. Leiden: Amsterdam University Press. https://doi.org/10.1017/9789400604315

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Irma Hadhe Firananda. (2026). MAKNA RELIGIUS DALAM ZIARAH MAKAM SUNAN KUNING: PENGALAMAN SPIRITUAL DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT MACANBANG. Solidarity : Journal of Social, Humanitarian, and Interfaith Research, 1(01), 22–34. https://doi.org/10.56404/solidarity.v1i01.220