Journal of Policy Review and Innovation in Educational Management https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem <p><strong data-start="105" data-end="182">Journal of Policy Review and Innovation in Educational Management (PRIEM)</strong> is a peer-reviewed academic journal committed to advancing scholarly discourse in the fields of educational policy, governance, leadership, and innovation. The journal serves as a platform for researchers, policymakers, education practitioners, and institutional leaders to critically examine, evaluate, and reimagine policy directions that shape educational systems at local, national, and global levels.</p> en-US admpriem01@gmail.com (Moch. Rikza Alkhubra Abdul Jabbar) admpriem01@gmail.com (Moch. Rikza Alkhubra Abdul Jabbar) Fri, 30 Jan 2026 02:06:34 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 IMPLEMENTASI PENDEKATAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/221 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan <em>Total Quality Management</em> (TQM) dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Islam ditinjau dari aspek manajerial, kelembagaan, dan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, yaitu mengkaji secara sistematis berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan manajemen mutu dan pendidikan Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran literatur yang memiliki keterkaitan langsung dengan konsep, prinsip, dan praktik <em>Total Quality Management</em>. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif dan mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan <em>Total Quality Management</em> dalam lembaga pendidikan Islam berperan penting dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Prinsip-prinsip TQM, seperti perbaikan berkelanjutan, keterlibatan seluruh warga lembaga, kepemimpinan yang visioner, serta orientasi pada kepuasan pemangku kepentingan, mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, efektivitas tata kelola kelembagaan, dan profesionalitas sumber daya manusia. Selain itu, integrasi nilai-nilai Islam seperti amanah, itqan, keadilan, dan musyawarah dalam implementasi TQM memperkuat karakter lembaga pendidikan Islam tanpa mengabaikan tuntutan mutu modern. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen pendidikan Islam serta kontribusi praktis bagi pengelola lembaga pendidikan Islam dalam merumuskan strategi peningkatan mutu yang sistematis, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai keislaman</p> Atina Balqis Azzahra, Chusnul Chotimah Copyright (c) 2026 Journal of Policy Review and Innovation in Educational Management https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/221 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 MANAJEMEN MADRASAH ALIYAH NEGERI BERBASIS INTEGRASI MUTU, DIGITALISASI, DAN PEMBINAAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS TATA KELOLA MADRASAH https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/222 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Pengelolaan lembaga pendidikan madrasah dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan orientasi mutu dan pembinaan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik manajemen lembaga pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Blitar yang mencakup integrasi aspek mutu pendidikan, digitalisasi administrasi, serta pembinaan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif, yang difokuskan pada empat aspek utama pengelolaan lembaga pendidikan, yaitu manajemen sarana dan prasarana, manajemen perkantoran sekolah, pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, serta kondisi dan kegiatan siswa. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan pengamatan terhadap praktik pengelolaan lembaga pendidikan di madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN Kota Blitar telah menerapkan manajemen lembaga pendidikan yang berorientasi pada mutu melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, penerapan digitalisasi administrasi sekolah, pembinaan dan pengembangan pendidik serta tenaga kependidikan secara berkelanjutan, serta pengelolaan kegiatan siswa yang terintegrasi dengan pembinaan karakter religius dan penguatan keterampilan. Integrasi antara aspek manajerial, pemanfaatan teknologi, dan pembinaan karakter tersebut berkontribusi pada terciptanya tata kelola madrasah yang efektif dan adaptif terhadap tuntutan perkembangan pendidikan. Penelitian ini memberikan gambaran empiris tentang praktik manajemen lembaga pendidikan madrasah yang dapat dijadikan referensi bagi pengelola madrasah dalam meningkatkan mutu dan kualitas layanan pendidikan</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;</p> Nafisatus Silviya, Ahmad Tanzeh Copyright (c) 2026 Journal of Policy Review and Innovation in Educational Management https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/222 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 TANTANGAN, BEST PRACTICE, DAN STRATEGI MANAJEMEN MUTU TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN (TPQ): PENDEKATAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/223 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dinamika tantangan, praktik-praktik unggulan, serta strategi yang diterapkan dalam pengelolaan mutu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Indonesia dengan menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Telaah sistematis terhadap 15 artikel jurnal terpilih mengungkapkan bahwa penyelenggaraan TPQ masih dihadapkan pada sejumlah persoalan mendasar, antara lain keterbatasan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi memadai, belum tertatanya kurikulum secara sistematis, keterbatasan fasilitas dan infrastruktur pendukung pembelajaran, serta belum optimalnya mekanisme evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Meskipun demikian, hasil kajian juga menunjukkan adanya sejumlah best practice yang berkembang, seperti upaya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman ke dalam struktur kurikulum, pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual, serta pembentukan tim penjaminan mutu internal yang berfungsi secara efektif. Adapun strategi kunci yang teridentifikasi meliputi penyusunan perencanaan kelembagaan yang berorientasi jangka panjang, penguatan sistem manajemen TPQ secara menyeluruh, serta peningkatan keterlibatan orang tua dan masyarakat secara aktif dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa terwujudnya TPQ yang bermutu, adaptif terhadap perkembangan, dan berkelanjutan mensyaratkan adanya sinergi yang solid antara aspek manajerial, kurikulum, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Natasya Afif Adiba, Moch. Rikza Alkhubra Abdul Jabbar Copyright (c) 2026 Journal of Policy Review and Innovation in Educational Management https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/223 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN MANAJEMEN MUTU MADRASAH ALIYAH (MA): PENDEKATAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/224 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini mengkaji implementasi dan tantangan manajemen mutu di Madrasah Aliyah di Indonesia dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 20 artikel terindeks SINTA yang terbit antara 2015–2025 dianalisis berdasarkan kriteria inklusi yang ketat untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai penerapan manajemen mutu di Madrasah Aliyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi manajemen mutu di MA melibatkan tahapan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang umumnya dipandu oleh kerangka <em>Total Quality Management</em> (TQM) dan siklus <em>Plan-Do-Check-Action</em> (PDCA). Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan dana, kekurangan tenaga pendidik berkualitas, pemahaman yang rendah terhadap konsep manajemen mutu, resistensi terhadap perubahan, serta kurangnya tim penjamin mutu internal yang berdedikasi. Selain itu, faktor eksternal seperti regulasi pemerintah, kondisi sosial ekonomi peserta didik, dan ekspektasi masyarakat juga menjadi hambatan signifikan. Solusi yang diusulkan antara lain penguatan penerapan prinsip TQM, optimalisasi siklus PDCA, peningkatan pelatihan guru, perbaikan infrastruktur, serta pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Secara keseluruhan, implementasi manajemen mutu di MA menunjukkan arah yang positif, meskipun masih diperlukan upaya berkelanjutan dan kolaboratif untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada dan mewujudkan pendidikan Islam yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.</p> <p>&nbsp;</p> Zahrotur Rofiah, Agus Zaenul Fitri Copyright (c) 2026 Journal of Policy Review and Innovation in Educational Management https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/224 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 MANAJEMEN KESISWAAN DALAM PEMBENTUKAN PRESTASI AKADEMIK DAN NON AKADEMIK SISWA YANG UNGGUL DI SMA TRENSAINS TEBUIRENG JOMBANG https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/225 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Pengelolaan prestasi akademik dan non akademik di sekolah berbasis pesantren membutuhkan manajemen kesiswaan yang terencana dan adaptif karena harus menyeimbangkan tuntutan kurikulum modern dan aktivitas kepesantrenan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, serta tantangan dan evaluasi manajemen kesiswaan dalam pembentukan prestasi siswa di SMA Trensains Tebuireng Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik pembinaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dirancang melalui integrasi kurikulum Cambridge, nasional, dan pesantren, serta pemetaan minat dan bakat siswa sejak awal penerimaan. Pelaksanaan manajemen kesiswaan dilakukan melalui koordinasi antara wakil kesiswaan, guru BK, wali kelas, dan pembina ekstrakurikuler dengan kegiatan meliputi pembinaan olimpiade, riset ilmiah, seni, olahraga, dan organisasi siswa. Tantangan yang muncul meliputi perbedaan gaya pembinaan guru, keterbatasan fasilitas digital, padatnya agenda pesantren, serta fluktuasi motivasi dan kehadiran siswa. Evaluasi dilakukan melalui penyesuaian jadwal, peningkatan koordinasi lintas unit, serta penguatan dokumentasi kegiatan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa manajemen kesiswaan berperan penting dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik melalui strategi yang komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi bagi sekolah berbasis pesantren untuk memperkuat tata kelola pembinaan siswa agar lebih efektif dan responsif.</p> <p>&nbsp;</p> Arin Rufaidah, Moch. Rikza Alkhubra Abdul Jabbar Copyright (c) 2026 Journal of Policy Review and Innovation in Educational Management https://jurnal.gerakanedukasi.com/index.php/priem/article/view/225 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000